Jumat, 20 Desember 2013

Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dizaman modern seperti saat ini, banyak berita dan informasi penting yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber informasi itu adalah internet.
Tak sedikit orang mencari informasi dari internet. Dari kalangan pelajar hingga orang-orang perkantoran dan para pejabat tinggi mencari berita dan informasi di internet. Yang artinya dari berbagai macam profesi, mencari berita dan informasi teraktual dari internet. Saat ini, para gurupun tak kalah menggunakan internet. Mereka menggunakan internet untuk mengajar anak didiknya di sekolah.
Melalui karya ilmiah yang berjudul “Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar“ yang masih banyak kekurangan ini, kami akan memberikan informasi mengenai bagaimana guru menggunakan internet dalam proses belajar megajar, serta manfaat dan kerugian dari internet. Sehingga pembaca akan mengetahui bagaimana cara guru mengajar dengan internet.
 Kami menyadari, karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.





BAB II
PENGENALAN INTERNET

2.1 Sejarah Singkat Internet
Sejarah mengenai internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan milik Negara Amerika, U.S. Defense Advenced Research Projects Agency (DARPA) membuat riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organic. Program riset tersebut dikenal dengan nama ARPANET. Pada perkembangannya di tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lainnya, sehingga mereka bias saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Pada tahun 1971, Roy Tomlison menciptakan program e-mail untuk ARPANET dan setahun berikutnya beliau berhasil menyempurnakannya. Program e-mail begitu mudah, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun 1972, ikon @ juga diperkenalkan menjadi lembaga penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan computer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University Collage di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan ARPANAET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer, yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempersentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipersentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
            Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi, pada saat ini untuk menggunakan internet bisa melalui telepon atau alat komunikasi mobile seperti handphone atau PDA (Personal Data Assistant) dengan menggunakan teknologi WAP (Wireless Application Protocol). Pengguna internet sampai tahun 2005 menurut situs www.Internetworldstats.com telah mencapai 938.710.929 jiwa manusia atau sekitar 14,6% dari seluruh total jumlah penduduk dunia pada tahun tersebut. Di Indonesia sendiri berdasarkan www.Internetworldstats.com , pengguna internet tumbuh lebih 1000 persen dalam 10 tahun terakhir, yaitu mencapai 25 juta jiwa. Berdasarkan data update 20 Juni 2008, jumlah pengguna Internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia.

2.2  Pengertian Internet
Internet merupakan suatu kata yang kita kenal dan sering kita dengar. Bila kita dengar kata internet di imajinasi kita langsung muncul beberapa gambaran tentang fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Tetapi bagi sebagian orang yang belum mengetahui dan belum paham apa itu internet, tentunya akan timbul pertanyaan di benak mereka. Apa internet itu?
Maka dari itu, para ahli mengemukakan pendapatnya, bahwa internet itu adalah suatu jaringan computer yang satu dengan yang lainnya berhubungan untuk keperluan komunikasi dan informasi. Sering juga internet diartikan sebagai jaringan komputer di seluruh dunia yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video, juga teks. Informasi ini dibuat oleh penyelenggara atau pemilik jaringan computer atau dibuat pemilik informasi yang menitipkan informasinya kepada penyedia layanan internet.





 BAB III
PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN INTERNET
BAGI PARA PENDIDIK

3.1  Penggunaan Internet
3.1.1  Peran Internet Bagi Para Pendidik
Segala sesuatu yang diciptakan manusia tujuannya sama yaitu ingin bisa bermanfaat bagi orang banyak. Dan begitupun dengan internet. Internet diciptakan dengan tujuan dan ingin dapat bermanfaat bagi orang banyak dan itu terbukti, bahwa internet sangat dibutuhkan dari zaman dahulu hingga modern seperti sekarang ini, setelah internet diciptakan.
Dari berbagai kalangan dan profesi, hamper semuanya memanfaatkan internet sebagai sumber informasi dan sumber berita, salah satunya adalah guru.
Sekarang ini, banyak para guru menggunakan jasa internet sebagai sumber informasi dan untuk sarana belajar mengajar. Dari berbagai macam fasilitas dan hasil informasi yang cepat, internet sangat membantu bagi para guru, sebab internet dapat mempermudah guru dalam mentransfer ilmu kepada anak-anak didiknya. Dan saat ini tak sedikit para pendidik memanfaatkan internet untuk membantu mereka dalam proses pengajaran.

3.1.2  Mencari Bahan Materi
        Keterbatasan informasi yang didapatkan didalam buku pegangan para guru, sering kali membuat mereka kesulitan dalam mengajarkan materi kepada anak didiknya. Dari sini lah peran internet dibutuhkan.
        Seperti yang telah diketahui, bahwa fungsi utama internet asalah sebagai salah satu sumber informasi yang cukup akurat. Maka dari itu para pendidik memanfaatkan sarana internet untuk mendapatkan materi tambahan yang digunakan untuk mengajar anak didiknya.
        Dengan membuka internet, para pendidik bisa mendapatkan materi tambahan yang dibutuhkan. Karena banyaknya situs atau artikel tentang kependidikan maka akan lebih memudahkan pencarian dan mudah mendapatkan materi yang dibutuhkan. Mereka tinggal membuka situs-situs di internet yang kemudian akan muncul beribu artikel yang mereka inginkan.
        Bahan materi ajar di internet memang sudah diatur dalam kurikulum, namun pendidik bisa mengembangkan materi ajar tersebut, agar pengetahuan yang dimiliki anak didik semakin banyak dan wawasan semakin luas.

3.1.3  Bekerjasama    Dengan    Para  Pendidik  dari Dalam/Luar Negeri
Untuk Meningkatkan Pengajaran
Internet yang bersifat global, dapat menghubungkan ke berbagai wilayah, bahkan ke seluruh belahan dunia. Dengan kata lain, kita dapat berhubungan langsung dengan orang diseluruh dunia.
Selain itu, terdapat banyak sekali kegiatan atau transaksi yang di lakukan orang di internet. Bahkan mereka bias bekerjasama dalam bidang tertentu agar memajukan dan meningkatkan kualitas pekerjaan yang sedang dijalaninya.
Di sanalah para pendidik memanfaatkan fungsi internet sebagai bahan kerjasama dengan pendidik lain dari dalam maupun luar negeri
Sebagai manusia biasa yang memiliki keterbatasan kemampuan, para gurupun membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk menutupi kekurangannya itu. Maka dari itu para guru bisa untuk mencoba bekerjasama dengan para pendidik lain di luar daerah. Bahkan mereka juga bisa bekerjasama dengan pendidik-pendidik di seluruh dunia.
Pengajaran yang dipakai di luar negeri, yang berbeda dengan metode pengajran di Indonesia saat ini. Jika para pendidik bisa melakukan hubungan kerjasama dengan para guru di luar negeri, pendidik Indonesia bisa mencontoh dan menerapkan metode pengajran luar negeri di Indonesia. Sebab, dengan hubungan kerjasama tersebut, para pendidik dapat bertukar ilmu pengetahuan mengenai hal kependidikan. Sehingga akan meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan di Indonesia, serta dapat melahirkan anak didik yang berilmu tinggi, dan berprestasi.

3.1.4 Meningkatkan Mutu Pendidik
Pendidikan tidak bisa terlepas dari peran pendidik. Mutu pendidikan Indonesia sekarang masih sangat jauh tertinggal dari Negara-negara lain di dunia. Tidak bisa dibayangkan ketika di Negara agraris yang subur, perairan yang luas, dan barang tambang yang melimpah tetapi pendidikan amat jauh tertinggal dari Negara-negara lain. Dengan SDA tersebut, masyarakat seharusnya tidak kekurangan pangan. Salah satu faktor adalah disebabkan karena masyarakat Indonesia tidak mampu mengelola hasil buminya sendiri. Kenapa bisa seperti ini? Jelas pendidiklah yang menyebabkan semua ini. Lemahnya kualitas pendidikan Indonesia membuat masyarakat tidak maksimal dalam mengelola hasil buminya sendiri. Salah satu lemahnya mutu pendidikan Indonesia adalah karena pendidik yang kurang update informasi/ilmu pengetahuan. Pendidik yang tidak mau update perkembangan yang ada, sudah tentu gaya mengajar dan kemampuan mengajarnya sudah bisa dikatakan ketinggalan zaman atau jadul (jaman dulu) dan bisa juga disebut jadulisme pendidik. Maka dari itu pendidik haruslah selalu update informasi perkembangan pendidikan, agar tidak tertinggal perkembangan yang ada.
Internet adalah media yang sangat efektif dalam upaya update infprmasi dan mencari transferan ilmu pengetahuan bagi seorang pendidik. Gaptek adalah sebutan yang tepat bagi pendidik yang tidak mampu mengoperasikan komputer dan tidak tahu dengan internet. Padahal di dunia maya, internet tersebut banyak sekali yang bisa didapatkan. Informasi di internet sangat lengkap dari yang bertaraf nasional hingga internasional ada di sana.
Pendidik yang baik adalah pendidik yang selalu mengikuti perkembangan yang ada khususnya dalam dunia pendidikan. Berkorban dalam upaya untuk turut serta memajukan mutu generasi bangsa, sudah menjadi resiko yang harus dijalani seorang pendidik seperti membeli buku, media pebelajaran, dan sebagainya. Hal yang paling efektif untuk update informasi dan mencari transfer ilmu pengetahuan dalam upaya peningkatan mutu pendidik adalah media internet.
Kalau cuma mengandalkan buku untuk memperkaya ilmu pengetahuan, hal ini sangat kurang efektif. Pendidik secara umum lebih mementingkan untuk biaya hidupnya sehari-hari daripada untuk membeli buku, karena harga buku sendiri tidaklah murah. Harga buku sekarang rata-rata puluhan ribu bahkan mencapai ratusan ribu. Bukan hanya itu, yang menjadi masalah kadang buku yang sudah terlanjur dibeli isinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dengan kata lain, informasi atau ilmu baru yang diharapkan tidak bisa didapatkan atau kurang bermutu.
Berbeda jauh dengan nternet. Media ini sangatlah efektif digunakan untuk mencari transferan ilmu pengetahuan, mencari informasi, berkomunikasi dan berdiskusi. Hanya dengan berduduk manis di depan komputer/laptop/handphone yang difasilitasi internet, sudah bisa keliling dunia dan mengetahui perkembangan-perkembangan yang ada di dunia. Tidak hanya itu, jika browsing di internet, kita bisa memilih-milih sendiri dan langsung dapat membaca isi materi yang diharapkan.

3.2 Pemanfaatan Internet
3.2.1 Membantu Para Pendidik Apabila Mendapat Kesulitan
Manusia adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna. Mereka diberi kelebihan akal pikiran sebagai bukti kesempurnaannya dibandingkan mahluk Tuhan lainnya.
Dari akal pikiran itulah, manusia dapat memiliki kemampuan berpikir dan menguasai ilmu pengetahuan. Tetapi setiap orang memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda-beda, tidak semuanya memiliki daya serap ilmu yang sama.
Begitupun halnya dengan seorang guru. Guru yang identik dengan berpengetahuan dan wawasan yang luaspun memiliki keterbatasan kemampuan. Sering kali mereka mendapatkan kesulitan dalam menguasai materi dan mengajar anak didiknya. Dari situlah internet diperlukan.
Setidaknya ternet bisa membantu para pendidik dalam kesulitannya menguasai materi ataupun ada suatu materi yang yang belum mereka fahami. Internet membantu memecahkan masalah yang dihadapi mereka. Misalnya, apabila pendidik kurang memahami suatu materi, ribuan artikel yang tertulis dalam internet sedikit banyaknya siap membantu dan memberikan solusinya. Mereka tinggal membuka situs tertentu atau yang mereka inginkan dan kemudian akan muncul ribuan artikel yang akan memberikan jawaban dari masalah mereka. Di sisi lain merekapun akan mendapatkan informasi dan ilmu tambahan dari sana.

3.2.2 Pendidikan Menengah Bagi Anak Didik
Selain bisa mendapatkan materi untuk proses pengajaran kepada anak didiknya, internet juga berperan untuk pendidikan menengah bagi anak didiknya.
Sejuta ilmu pengetahuan yang terdapat di internet memberikan sisi positif lain bagi para anak didik. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, internet juga bisa meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, sehingga anak didik lebih bisa memacu diri untuk lebih giat lagi dalam belajar. Di samping itu, internet juga bisa merangsang dan memotivasi siswa dalam mengembangkan intelektualnya, sehingga mereka dapat mengembangkan penelitian dan pengembangan ilmu, baik teoritis maupun terapan.
Selain dari pada itu, para murid juga bisa melakukan tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar atau para ahli maupun seseorang yang dapat menambah wawasan mereka yang dapat dilakukan melalui internet. Dengan demikian, para murid akan lebih mudah mendapatkan ilmu pengetahuan tambahan sehingga menambah pula wawasan mereka.

3.2.3 Alat Berdiskusi Para Pendidik
Sesama pendidik akan lebih baik bila berdiskusi dan saling mengkritisi. Pendidik bisa berdiskusi dan mengkritisi tentang materi ajar, kurikulum baru, cara mengajar, dan lain sebagainya.
Contonya dengan membuat “blog” dan dalam blog tersebut pengelola blog menulis suatu masalah yang ditemukan dalam lembaga pendidikan tempat ia mengajar. Untuk mencari solusi tersebut, pengelola blog bisa mengundang teman-temannya untuk menanggapi masalah yang ada. Selain itu tanpa mengundangpun, dalam blog tersebut sudah bisa dibaca oleh orang lain dan mungkin juga pengunjung akan meninggalkan komentar dan solusi menurut pemikiran masing-masing. Dari hasil komentar dan solusi ini tentu pengelola blog, tinggal memilih solusi yang sekiranya cocok untuk menjawab masalah yang ada. Begitu pula pengunjung blog, dia bisa tahu masalah yang ada dan melihat komentar serta solusi yang ada, sehingga secara tidak langsung, pengelola blog juga sudah turut membantu orang lain dalam upaya meningkatkan mutu pendidik bukan hanya di Negara kita sendiri, tetapi dunia.
Di internet, banyak sekali group komunitas, dan ahli-ahli pendidikan. Ini tentu sangat menguntungkan bagi seorang pendidik, karena dengan ini seorang pendidik yang belum tergabung dalam komunitas tersebut bisa bergabung dh berdiskusi di dalam group tersebut. Tidak hanya itu, seorang pendidik juga dapat menanyakan sesuatu dengan menggunakan e-amil yang bisa diakses di internet. Hamper semua hal yang diharapkan seorang pendidik tersedia di internet. Saling berbagi pengalaman dengan sesama pendidik dan orang-orang yang peduli dengan pendidikan tentu akan mampu meningkatkan kualitas diri seorang pendidik.
Di lembaga pendidikan yang satu dengan yang lain tentu berbeda-beda masalahnya dan tentu berbeda pula proses penyelesaian masaahnya. Dan hal itu juga bisa dijadikan ajanga diskusi di dunia maya, serta dapat pula dijadikan ajang untuk bertukar pengalaman sesame pendidik. Dengan update informasi di internet, hal ini bisa meningkatkan kesiapan mengenai kemampuan menyelesaikan masalah-masalah yang ada maupun belum pernah dihadapi oleh seorang pendidik.
Penggunaan media internet ini jelas akan membantu pendidik dalam memperkaya informasi atau ilmu pengetahuan. Secara tidak langsung bertambahnya ilmu pendidik maka bertambah pula kualitas pendidik dan dengan meningkatkan kualitas pendidik maka akan meningkat pula mutu pendidikan, sehingga apa yang menjadi keluhan bangsa ini bisa terjawab dengan meningkatkan mutu pendidikan Indonesia tercinta ini.

3.2.4 Cara Pendidik Terhindar Dari Maraknya Dunia Internet
Adanya internet juga menimbulkan banyaknya masalah dan gangguan pada pemakainya. Para pendidikpun banyak yang mengalami hal serupa. Mereka mulai terjerumus pada dunia internet yang pada dasarnya sebagai sumber belajar, menjadi sarana hiburan semata.
Kemudian muncullah beberapa cara agar para pendidik tidak terjerumus dalam maraknya dunia internet dengan harapan akan mampu memanfaatkan internet secara maksimal sebagai sumber belajar.
1.      Buatlah jadwal khusus untuk bermain internet. Karena jadwal akan memaksa untuk melakukan suatu kegiatan menjadi efektif dan seefisien mungkin.
2.      Mengumpulkan, menyusun dan memilih kata kunci spesifik yang akan mereka gunakan dalam mencari sumber belajar.
3.      Buatlah blog sebagai suatu catatan untuk menyimpan arsip-arsip atau sebagai administrasi dalam menjalankan profesi sebagai guru.
4.      Buatlah review untuk siswa terhadap suatu situs yang pernah guru kunjungi. Hal ini sangat bermanfaat bagi para guru ataupun siswa-siswanya dalam belajar suatu materi yang mungkin saja hal itu sangat sulit disampaikan di kelas.
Dan saat ini, para guru mulai menerapkan semua itu. Yang diharapkan agar para pendidik tidak salah dalam mengambil jalan dan tetap mengerjakan tugasnya sebagai pendidik yang baik dan bertanggungjawab.

0 komentar:

Posting Komentar